Langsung ke konten utama

Keputusan terbaik yang kuambil tahun ini

Adalah menerima bahwa aku 'cuma' berkuliah di jurusan sejarah UNNES saja.

Kenapa?

Karena jujur berat sekali bagiku pada awalnya untuk menerima hal ini.

Aku ingat betul, tak lama setelah pengumuman kelolosanku ke perguruan tinggi, aku benar-benar menyesal ketika tahu nilaiku cukup untuk masuk ke jurusan idamanku: ilmu komunikasi Undip. Juga beberapa jurusan bergensi lainnya di universitas itu. Betapa sebalnya aku saat itu.

Aku mendaftar di sejarah seperti halnya banyak teman sejurusanku yang lain, suka dengan pelajaran sejarah dan takut gak keterima kuliah. Alasan yang kedua lebih kuat karena banyak teman yang menaruh jurusan sejarah di pilihan keduanya.

Terlebih, orang tua mengamanatkan untuk kuliah meskipun di PTN non favorit. Yang penting PTN! gitu kata mereka. Dan satu lagi, yang penting kuliah! 

Perkuliahan dimulai. Aku makin kesal saat tahu bahwa jurusan sejarah di kampusku tidak sebaik di Undip atau UNS. Bahkan, sejarah UNS yang aku taruh di pilihan kedua adalah kampusnya beberapa dosenku. Sedangkan nilaiku lebih dari cukup untuk bisa lolos ke jurusan sejarah di kampus manapun (kecuali UI karena aku tidak dapat informasi skor berapa yang lolos di jurusan sejarah UI).

Semakin tidak terima lagi diriku saat tahu ada jurusan Pendidikan Sejarah yang lulusannya akan jadi guru, "Aku pingin pindah ke Pendidikan sejarah!" kesalku menjadi-jadi. Karena di Ilmu Sejarah, perlu pendidikan lanjutan agar dapat menjadi guru. Ditambah prospek kerja formal yang linear dengan jurusan ilmu sejarah sangat minim.

Saat aku sedang kesal-kesalnya, ketika aku sadar bahwa aku gak bisa pindah lagi atau ujian untuk masuk PTN lagi, aku mulai mencoba menerima bahwa Allah mentakdirkan aku berada jurusan ini, di kampus ini.

Aku mencoba menikmati kelas demi kelas, mata kuliah demi mata kuliah, mencoba mengikuti apa yang menjadi takdirku.

Aku menerima takdirku dengan mulai membuka diri dengan teman sekelasku. Memberanikan diri mengikuti media sosial mereka. Mulai sering menongkrong dengan mereka.

Aku juga mencoba mengeksplorasi fasilitas yang terdapat di kampusku. Mulai berkenalan dengan dosen. Mulai mengunjungi perpustakaan yang tersedia.

Aku lalu menemukan SKB dan juga Hima. Kemudian aku menemukan bahwa ada lho yang bisa dikejar lagi untuk mengalahkan atau setidaknya mengimbangi mahasiswa jurusan lain dan PTN lain.

Hingga sekarang, aku merasa lega dengan cepatnya diriku mengambil keputusan untuk menerima takdirku berkuliah di jurusan Sejarah UNNES.

Demikian.

Cepiring, 3 Juli 2023

Harusnya ditulis pagi ini.