Memasuki semester 8 ini, waktu yang aku punya cukup banyak karena aku "hanya" mengerjakan skripsi. Karena itu, aku jadi sering merefleksikan diri. Satu hal yang sering aku pikirkan adalah penyesalan-penyesalan selama kuliah.
Tentu saja banyak hal yang tidak sejalan dengan harapanku. Tapi satu hal yang aku greget banget kenapa tidak terjadi adalah: saat ini aku belum "jadi" apa-apa.
Bukan mahasiswa berprestasi,
Bukan pimpinan ormawa,
Bukan penghafal Al-Quran,
Bukan pemilik usaha yang hebat,
dan bukan-bukan lainnya.
Selama ini aku bengong — merefleksikan kenapa bisa gagal— aku nemu paling tidak tiga alasan kenapa aku nggak dapat apa yang aku impikan.
Satu, aku nggak fokus.
Kalo dibaca ulang mimpiku yang belum tercapai di atas, aku terlalu banyak mau. Hasilnya, aku nggak jadi apa-apa. Semuanya nggak terjadi.
Salah satu hal yang menjadi titik lemahku sejak SMA adalah aku nggak tekun terhadap sesuatu. Mirisnya, hal ini terjadi lagi di kuliah.
Dua, aku nggak gigih.
Tentu ada banyak mahasiswa lainnya yang hebat dalam berbagai hal. Akademik aman, piala lomba dapat banyak, pengalaman organisasi berderet, bisa dapat penghasilan juga selama kuliah. Bisa dapet semua di waktu kuliah.
Yang aku lupakan dari mereka yang dapat begitu banyak hal ketika kuliah: mereka gigih memperjuangkan semua mimpinya. Mereka rela tidur lebih sedikit, rela berjejaring dengan banyak orang, rela memenuhi jadwalnya dengan agenda-agenda yang mendukung mimpi-mimpinya.
Kalo aku memikirkan kembali kegagalan yang sering terjadi, banyak di antaranya karena aku nggak all out dalam menjalaninya. Mental seadanya dan asal adalah alasan terbesarku.
Atau mungkin gabungan dari keduanya sih, udah kebanyakan goals, nggak mau perjuangin dan tekun menjalani mimpi.